Kategori: Explore

Lokasi dan Harga Tiket Masuk Sitinggil Garden Boyolali

Sebagai Kota Susu, Kabupaten Boyolali sepertinya juga terkenal sebagai daerah memiliki segudang keindahan alam berupa dataran tinggi. Pesona alam ditawarkan pun menakjubkan seperti halnya taman wisata Sitinggil Garden Boyolali. Menyuguhkan kecantikan bunga-bunga indah berada di dataran tinggi mempesona.

Tak sekedar menyajikan keindahan bunga saja sob, taman bunga Boyolali ini juga didesain sangat cantik dengan tata letak elok. Ada pula beragam spot-spot foto instagenic bagi kamu hobi berburu spot foto di alam terbuka. Wisatawan bakal melewati warna-warni tangga dengan aneka hiasan

Jadi nama Sitinggil bukan tanpa alasan loh sob, yap kata tersebut berasal dari dua kata yakni siti dan inggil. Siti berarti tanah dan inggil berarti tinggi, yap bila digabungkan dua kata tersebut maka miliki makna dataran tinggi di Boyolali.

Mengingat lokasi wisata berupa taman bunga berada di dataran tinggi. Oleh sebab itu lah nama Sitinggil dirasa cocok untuk diberikan nama pada tempat rekreasi Boyolali ini. Konsep diusung berupa kebun bunga, maka secara mudah masyarakat bakal mudah memahami makna objek wisata.

Lokasi Sitinggil Garden Boyolali

Secara administrasi letak wisata berada di Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menurut info didapatkan oleh website datawisata.com bahwa luas lahan wisata kurang lebih 10.000 meter persegi, searah dengan objek wisata lain seperti Merapi Garden, Jembatan Gantung, Bukit Gancik, taman tani tretes dan lain-lain.

Walaupun secara resmi dibuka pada bulan agustus 2019 silam, tapi pengunjung sudah datang ke sini tergolong banyak loh. Ya sekilas wajar-wajar aja mengingat objek wisata di Boyolali ini masih baru, ya mohon jangan terlalu berharap banyak saran prasarana telah disediakan di sana masih belum komplit.

Harga Tiket Masuk Sitinggil Garden Boyolali

Bila sobat ingin berkunjung ke mari, maka wajib nih membayar ongkos tiket masuk yakni hanya Rp 5.000 saja. Biaya retribusi seperti itu termasuk murah loh, bila dibandingkan keindahan taman, pesona alam dan spot-spot foto dijamin deh sobat tak bakal rugi berwisata di sini, terimakasih.

Sekian dulu ya artikel tentang Lokasi, Foto Dan Tiket Masuk Taman Wisata Sitinggil Garden Boyolali, semoga memberikan manfaat ketika mencari referensi destinasi wisata Boyolali, terimakasih.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk Bukit Barede Borobudur Magelang Jateng

Mengusung konsep suasana alam asri kini begitu diminati oleh wisatawan terutama bagi mereka tinggal di daerah tersebut, misal aja seperti wisata bukit Barede Borobudur di Magelang. Walaupun objek wisata belum lama dikembangkan dan menjadi wisata spot foto alam baru di Magelang. Objek wisata ini mendadak menjadi tempat hits di berbagai sosial media, tak heran bila tempat wisata begitu diminati oleh wisatawan lokal dan sekitar.

Pembangunan objek wisata tak lepas dari viralnya film AADC 2 yang kala itu mengambil spot di Magelang. Tak ingin melewatkan momen bagus begitu saja, maka pihak pengelola mendesain sedemikian rupa menjadi tempat wisata bagus buat berswafoto. Lokasi wisata memiliki panorama khas pegunungan dan dataran rendah dengan memanfaatkan background rindang pepohonan hijau dan dibentang oleh bukit tak terlalu tinggi.

Menjadi daya tarik tempat rekreasi Magelang ini lantaran lokasi wisata hanya sekitar 2 kilometer dari candi Borobudur, maka suasana dan pesona begitu indah ketika dinikmati atau pun tertangkap oleh jepretan kamera. Selain memang pemandangan alam ditawarkan, bukit Barede Borobudur pun menjadi salah satu tempat paling keren ketika menikmati pesona sunrise ketika pagi hari. Bahkan lantaran jaraknya tak terlampau jauh, dari situ wisatawan dapat menyaksikan kegagahan candi Borobudur dari kejauhan.

Lokasi Bukit Barade Magelang

Jika memang sobat traveler hendak memasukkan ke dalam agenda liburan, maka ada baiknya ketahui dulu ya lokasi wisata berada di Dusun Sendaren dua, Desa Karanrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Timur. Jarak antara candi Borobudur ke lokasi wisata kurang lebih 2 kilometer saja. Walaupun memang sih lokasi wisata berada di pelosok, tapi tetap saja banyak wisatawan ingin berkunjung kesana. Ya wajar aja sih karena memang berada di area perbukitan dataran tinggi.

Harga Tiket Masuk Bukit Barade Magelang

Sedangkan harga tiket masuk belum ditentukan oleh pihak pengelola wisata alias masih gratis. Walau demikian tak menutup kemungkinan kelak bila ada penambahan fasilitas maupun wisata semakin ramai di kunjungi, tiap wisatawan bakal dikenakan biaya masuk. Oh ya meskipun biaya masuk gratis, bagi sobat membawa kendaraan pribadi tetap dikenakan ongkos parkir kendaraan sebesar Rp. 2.000 sepeda motor dan Rp. 5.000 kendaraan mobil.

Wahangan Cikalong Pandeglang Harga Tiket Masuk dan Lokasi

Wahangan Cikalong Pandeglang hadir sebagai salah satu objek wisata baru yang kini tengah menjadi incaran para pecinta wisata. Bagaimana tidak, wisata ini menyuguhkan keindahan panorama alam serta susur sungai atau menelusuri sungai.

Jika dilihat memang panorama sekitar sungai ini tampak sangat memanjakan mata. Menariknya, pengunjung dapat menikmati serunya wahana menelusuri sungai dengan naik rakit atau perahu tradisional dari bambu. Rakit ini yang dulunya digunakan oleh warga setempat untuk melewati sungai.

Berada di wisata ini terasa natural sekali, kondisi alamnya masih sangat bagus dan belum banyak sampah masyarakat. Airnya bersih dan menyegarkan, tentu sangat asik banget menikmati serunya wahana air di tempat wisata ini.

Bila kamu belum bisa berenang tidak perlu takut mencoba naik rakit, karena kamu bisa menggunakan pelampung. Air sungai ini tenang kok, mendayung pelan-pelan sambil menyaksikan pemandangan alam sekitar yang hijau sensasinya asik banget pastinya.

Hadirnya wisata susur sungai ini merupakan buah kreativitas warga setempat dengan memanfaatkan keindahan alam sekitar, terutama sungai yang menjadi tempat untuk menikmati momen liburan. Jika kamu tertarik bisa mendatangi wisata baru ini.

Lokasi Wahangan Cikalong Pandeglang

Lokasi wisata baru ini terletak di Desa Sudimanik, Kec. Cibaliung, Pandeglang, Banten. Dari pusat kota cukup jauh memang, sekitar 90 km. Buat warga Cibaliung dan sekitarnya, wisata baru ini bisa menjadi destinasi liburan yang menarik.

Harga Tiket Masuk Wahangan Cikalong Pandeglang

Untuk dapat masuk dan menikmati liburan di wisata baru ini harga tiket masuknya gratis. Cuma dikenai biaya parkir kendaraan, selain itu juga jika ingin naik rakituntuk menelusuri sungai, maka membayar biaya sebesar Rp 5.000 (rakit sorongan lonjor), dan Rp 10.000 (rakit lewi karet).

Demikian informasi tentang lokasi dan harga tiket masuk Wahangan Cikalong Pandeglang yang bisa kita share kali ini. Semoga bermanfaat.

D’Goendoe Goendoe Cafe (Dapur Apel Goendoe) Batu

Sudah tahu belum kalau di Batu cafe baru yang bernama D’Goendoe Goendoe Cafe (Dapur Apel Goendoe). Cafe ini sangat unik loh, karena dibanngun dengan konsep yang berbeda dari cafe-cafe umumnya. Cafe ini dibangun di area kebun apel, sehingga berada di cafe ini kamu dapat menikmati panorama kebun apel yang enak dipandang.

Selain kebun apel yang menjadi panoramanya, ada juga tanaman jenis lainya, serta bunga-buga mawar yang mendukung keindahan panorama cafe ini. Menariknya lagi, tersedia tempat duduk (tempat ngopi) di lantai atas, tempat ini sangat bagus sebagai angle untuk menyaksikan keindahan alam dengan jangkauan yang sangat luas. Tampak jelas pemandanan Gunung Panderman dari tempat ini.

Jika dilihat dari luar, cafe ini tampil dengan desain yang biasa-biasa saja. Namun ketika sudah masuk ke dalam area cafe, maka akan tersaji keindahan alam serta berbagai keunikan yang ada, mulai dari tempat duduk yang terbuat dari kayu, terdapat aneka spot foto keren, ada juga relief-relief yang artistik, serta suasana yang asri karena dikelilingi tanaman hujau yang alami.

D’Goendoe Goendoe Cafe ini dibuka belum lama, namun sudah mampu menarik perhatian masyarakat. Khususnya bagi para penikmat kopi yang senang berburu tempat-tempat ngopi yang cozy, salah satunya cafe ini yang memiliki suasana cozy banget.

Lokasi D’Goendoe Goendoe Cafe (Dapur Apel Goendoe) ini terletak di Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur. Cafe ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang asik, misalnya seperti; live music, free wifi, gazebo, spot foto, dan lain sebagainya. Jika kamu merasa penasaran, maka langsung saja dikunjungi ya.

Kue Adrem, Legitnya Jajanan Tradisional Khas Bantul

Bukan cuma dianugerahi kekayaan alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia juga memiliki warisan kuliner yang kaya lho. Mulai dari jajanan sampai hidangan khas yang dijamin bakal bikin lidah bergoyang, bisa kamu temui di berbagai pelosok negeri.

Nah, buat kamu yang suka berburu kuliner khas nusantara. Mencoba jajanan tradisional wajib hukumnya, karena dari situ kamu bisa ikut melestarikan warisan kuliner negeri. Kali ini, kamu akan diajak untuk mampir ke Bantul.

Seperti yang kamu tahu, Bantul adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini bisa dibilang sangat padat wisatawan, karena memiliki banyak destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Sebut saja beberapa destinasi wisata terkenal seperti Pantai Parangtritis, Imogiri, Hutan Pinus Mangunan, Taman Sari, Bukit Bintang, dan masih banyak lagi.

Tak heran jika akhirnya Bantul menjadi salah satu tujuan wisatawan jika berlibur ke Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta. Selain punya banyak destinasi indah, kuliner khas Bantul juga sangat diminati. Salah satu yang wajib kamu coba adalah kue adrem.

Penduduk Bantul juga kerap menyebut adrem dengan panggilan tholpit. Jajanan ini memiliki rasa manis dan legit. Hal ini karena adrem dibuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula Jawa, yang kemudian dimasak dengan cara digoreng. Kamu bisa menemukan makanan ringan ini di pasar-pasar tradisional di sekitaran Bantul atau di Sanden, yang menjadi pusat produksi adrem.

Punya rasa yang legit, adrem juga dikenal dengan bentuknya yang unik. Saat hendak digoreng, kue adrem dijepit dengan bilah bambu, sehingga menghasilkan bentuk unik tersebut. Jajanan ini sangat pas jika kamu santap bersama secangkir kopi atau teh. Dijamin pasti bikin ketagihan, sebab rasanya yang nikmat.

Menariknya, kue adrem ternyata sangat populer di era tahun 80 sampai 90-an. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, adrem semakin tergeser oleh popularitas kue lain yang lebih modern. Meski demikian, masyarakat Bantul tetap setia untuk menyantap kue ini sebagai camilan di pagi dan sore hari. Tertarik untuk mencicipinya?

Kemegahan Candi Prambanan Dan Misteri Kisah Rara Jonggrang

Akhir tahun telah tiba, kini waktunya untuk menyusun rencana liburan baru. Ingin pergi ke mana, kawan? Mungkin Anda dan keluarga tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata bersejarah di Indonesia. Salah satunya adalah Candi Prambanan. Yap, siapa yang tak mengetahui kemegahan Candi Prambanan. Bahkan, UNESCO saja telah memasukkannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Candi Hindu terbesar di Indonesia ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan. Para sejarawan menilai tindakannya sebagai upaya untuk menyaingi pembangunan Candi Borobudur. Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, jaraknya mungkin kurang lebih 17 kilometer di arah timur laut. Atau bila posisi Anda saat itu ada di Surakarta, jaraknya ke Candi Prambanan sekitar 50 kilometer.

Dikenal sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara, Prambanan ternyata juga menyimpan kisah cinta yang berakhir tragis. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pembangunan candi ini juga berkaitan dengan kisah seorang putri jelita bernama Rara Jonggrang. Usut punya usut, nama Rara Jonggrang sendiri memiliki makna tersendiri yakni gadis langsing.

Dahulu kala Prabu Baka, ayah dari Rara Jonggrang, menyerukan perang terhadap Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya, ayah dari Raden Bandung Bondowoso. Sempat kalah dalam serangan tersebut, Prabu Damar Maya kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk melawan Prabu Baka. Dia pun berhasil menang dan membunuhnya. Mengetahui kematian sang raja, Patih Gupala kembali pulang ke kerajaan untuk mengabarkannya kepada Rara Jonggrang.

Ketika Bandung Bondowoso menyerbu ke dalam Keraton Baka, dia untuk pertama kalinya bertemu dengan Rara Jonggrang. Kecantikan sang putri ternyata membuat hatinya langsung luluh. Dia pun menyampaikan niatnya untuk mempersunting gadis itu. Namun lamarannya langsung ditolak karena Rara Jonggrang tidak mau menikah dengan orang yang sudah membunuh ayahnya.

Namun Bandung Bondowoso terus memaksanya dan akhirnya Rara Jonggrang menyetujuinya dengan dua syarat, yaitu dia harus bisa membangun sumur Jalatunda dan seribu candi hanya dalam waktu semalam. Tetapi karena tipu muslihat yang dilakukan oleh Rara Jonggrang, rencana Bandung Bondowoso akhirnya gagal, dan sang putri pun dikutuk oleh pangeran tersebut menjadi batu untuk menggenapi candi yang masih berjumlah 999.

Pesona Air Terjun Tumpak Sewu, Si Niagara-nya Indonesia

Kenapa dinamakan Tumpak Sewu? Nama itu didasarkan pada jumlah sumber mata air di air terjun tersebut. Karena jumlah mata airnya sangat banyak, penduduk sekitar kemudian menamainya Tumpak Sewu atau Coban Sewu, atau sering juga disebut Grojogan Sewu.

Untuk menikmati pemandangan Tumpak Sewu dari atas, pengunjung bisa naik ke Pos Panorama. Kamu hanya perlu berjalan sejauh 400 meter untuk mencapai pos tersebut. Nah, dari atas pos itu, kamu bisa menyaksikan keindahan Tumpak Sewu secara keseluruhan. Jadi, baiknya jangan lupa untuk menyiapkan baterai full ya, agar tak kehilangan momen berfoto dengan latar Tumpak Sewu yang megah tersebut.

Setelah menikmati panorama Tumpak Sewu dari atas, kini saatnya kamu turun ke lembah air terjun. Sedikit informasi, kamu harus menggunakan jasa pemandu untuk melakukannya karena jalur trekking yang dilewati cukup terjal. Jika sudah sampai di bawah, kamu bisa menikmati bagaimana derasnya air terjun tersebut.

Semakin penasaran untuk mbolang ke air terjun ini? Pintu gerbang Tumpak Sewu biasanya dibuka sekitar pukul 08.00 sampai 15.00 WIB ya. Selain menikmati keindahan spot air terjun, kamu juga direkomendasikan untuk mampir ke agrowisata salak yang ada di dekat situ.